Kau bagai oase di tengah gurun
Melihat senyummu membuat aku tangis mengalun
Setelah mamah pergi,
Hanya kau yang menjadi semangat hati.
Bekerja keras demi menafkahi,
Tak kenal siang dan malam menanti.
Berusaha membahagiakan aku ini.
Maafkan aku pah,
Aku yang sering lalai terhadapmu,
Aku yang sering mengacuhkanmu,
Untuk urusan yang tidak perlu.
Aku berjanji mambahagiakanmu,
Akan ku buat bangga semampuku,
Papah, maafkan aku . . .
Ya ALLAH , Nangis sendiri nulis tentang papah disini. Aku ngerasa malu banget, ngerasa berdosa banget. Kadang cuman perkara cowok harus rela berkorban mati-matian, rela disakitin, ngumpulin uang buat ngasih sesuatu ke cowok itu, dll. Padahal selama ini ada papah di sampingku, dan ngasih semua yang aku mau. Gak peduli hujan, panas, badai. Tetep aja banting tulang untuk menafkahi aku. Kenapa kerasa yang bener-bener baru sekarang :'( Nyesel rasanya kemarin-kemarin pernah berani sama papah, pernah ngecewain papah. Pah, maafin Bella pah. Semoga papah selalu dalam lindungan ALLAH SWT. Selalu ada disampingku, sampai aku bisa membuat papah bangga. Sampai menjadi wali di pernikahanku, sampai aku menutup mata :') I love you, pah.
- Dari anakmu yang paling merasa berdosa, Bella -
- Untuk papa , Drs. Eko Suwartono -